SEMUA YANG SAYA TULIS HANYA UNTUK MELUAPKAN BUKAN UNTUK MENYINGGUNG #TERIMAKASIH

Selasa, 23 Oktober 2012

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI INDUSTRI PERAKITAN MOBIL

A.   PENDAHULUAN

Salah satu kegiatan utama yang dilakuan sebagian besar manusia adalah “bekerja”, untuk meningkatkan harga diri manusia, serta mempertahankan kehidupannya dan untuk mendapatkan penghasilan untuk kesehariannya. Kesehatan serta keselamatan dalam bekerja merupakan hak untuk semua pekerja.
Tiap pekerjaan pasti memiliki masalah atau bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaannya. Aktifitas di industri termasuk pekerjaan yang memiliki bahaya yang cukup tinggi. Salah satu industri yang sedang meningkat adalah industri dalam bidang otomotif yaitu mobil, karena minat para masyarakat terhadap mobil sangat tinggi dan bisa meningkat tiap tahunnya.
Industri Perakitan Mobil merupakan suatu industri yang bertugas memproduksi pembuatan body mobil, pengelasan, pengecatan, perakitan komponen, dan pembuatan asessoris mobil. Dalam industri ini memiliki bahaya yang cukup tinggi, oleh karena itu diperlukan upaya pengendalian dengan sistem managemen kesehatan dan keselamatan kerja.
B.   MASALAH YANG DITIMBULKAN
1.    Faktor Fisik
Percikan Api
Dalam proses soldering dan grinding yang menimbulkan percikan api, yang dapat mengakibatkan kulit tersengat.
Kebisingan
Bising dalam proses grinding dapat mengakibatkan gangguan pada pendengaran (Tuli) jika terpajan dalam waktu yang cukup lama.
Tekanan Panas
Dalam beberapa proses perakitan mobil berada dalam ruangan yang tertutup dan terkadang membuat ruangan menjadi panas karena kurangnya perhatian pada ventilasi untuk pertukaran udara. Dampak yang ditimbulkan adalah terganggunya saluran pernapasan, asma, sesak nafas, dll.
Radiasi Sinar Ultraviolet
Dapat mengakibatkan terganggunya indera penglihatan dan dapat menimbulkan kanker kulit.
Getaran
Dalam proses perakitan mobil menggunakan beberapa alat berat yang dapat menimbulkan getaran yang cukup kuat. Hal ini dapat mengakibatkan rusaknya kelenjar testis dan dapat mengakibatkan kemandulan.
Penerangan
Pada Proses Painting terdapat tempat penerangan. Terkadang pada pabrik otomotif penerangan yang dimiliki sangat buruk sehingga dapat mengganggu penglihatan pekerja sehingga menimbulkan kelelahan pada mata dengan berkurangnya daya dan efisiensi kerja.

2.    Faktor Kimia
Asap Logam
Pada proses welding dapat menyebabkan metal fume fever.
Debu Las Logam
Menyebabkan penyakit silikosis dan penyakit  ISPA.
Inhalasi Gas Pembakaran
Dalam proses painting Inhalasi Gas Pembakaran harus diperhatikan karena akan merusak saluran pernapasan pada pekerja, asma, alergi, dll.
Bahan Kimia
Dalam proses soldering dan grinding memproduksi timah yang berbahaya pada peredaran darah dan sistem saraf pusat. Pada tahapan spray booth material yang digunakan bersifat mudah terbakar yang sangat berbahaya untuk pekerja. Proses painting juga mengeluarkan Limbah Cair yang mengandung merkuri, krom (Cr), kadmium, Zinc, dan timbal yang dapat mengganggu aliran darah, anemia serta gangguan neuromuscular system
Ledakan Roda Gerinda
Membahayakan mata dan kulit.
3.    Bahaya Mekanik
Bahaya Mekanik yang timbul karena pekerjaan perakitan mobil ini adalah telapak tangan yang terpotong akibat proses penggerindaan, kulit teluka akibat aktifitas pengamplasan. Injury pada kepala saat bekerja dibawah mobil pada proses assembly.
4.    Faktor Ergonomik
Pada proses assembly bahaya ergonomic yang terjadi adalah terkena low back pain karena melakukan pekerjaan mengangkat berkali-kali.
5.    Faktor  Psikologis
Bahaya yang terjadi pada faktor ini adalah stress akibat pekerjaan yang terlalu monoton terutama pada pekerja usia muda. Terlihat karena mengingkatnya absen kerja yang dilakukan para pekerja.

C.   PENGENDALIAN YANG DILAKUKAN
  1. Menggunakan machinery safe guarding/ menutup bagian mesin yang berbahaya
  2. Sistem otomatis serta subtitusi alat dengan menggunakan alat yang lebih aman
  3. Menggunakan APD seperti apron, helmet, masker, sarung tangan, kaca mata, gloves, pelindung muka, telinga, hidung, dll.
  4. Menerapkan rotasi kerja, mengadakan shift kerja.
  5. Menggunakan alat-alat modern atau alat penggerak otomatis untuk mengangkat benda-benda berat agar pekerja tidak harus mengangkat beban berat.
  6. Penyedian ventilasi / tempat pertukaran udara yang baik
  7. Menggunakan exhaust lokal untuk gas-gas berbahaya
  8. Memisahkan alat dengan pekerja dengan jarak tertentu
  9. Penyediaan lampu untuk penerangan / Penyediaan jendela-jendela untuk penyebaran cahaya yang merata.
  10. Eliminasi kandungan timah pada cat
  11. Memberikan pelayanan kesehatan / pemeriksaan berkala minimal 1-2 kali per tahun
  12. Memberikan waktu istirahat yang cukup untuk pekerja, dan menyediakan air minum serta vitamin untuk pekerja.

D.   KESIMPULAN
Dapat dilihat bahwa banyak sekali bahaya yang ditimbulkan akibat kerja, terutama dalam bidang industri perakitan mobil mulai dari proses pressing, welding, painting, dan assembly. Terkadang perusahaan sangat meremehkan adanya aspek K3 dalam pelaksanaan produksinya. Akibatnya akan kehilangan aset perusahaan serta pegawai, dan lingkungan sekitar pabrik akan tercemar dengan limbah. Kurangnya pengetahuan pekerja akan bahaya dalam ruang lingkup kerja juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, diperlukan training pada pekerja baru dan menerapkan konsep K3 dalam bekerja. Agar para pekerja mengetahui betapa pentingnya keselamatan mereka saat bekerja supaya tidak menimbulkan dampak negative untuk kesehatan dirinya.

SARANA PENYEDIAAN AIR BERSIH

SARANA PENYEDIAAN AIR BERSIH
1.      Sumur Gali
Sumur Gali merupakan suatu cara untuk pengambilan air dari tanah yang sering diterapkan di pedesaan karena mudah pembuatannya sehingga dapat dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri dengan menggunakan peralatan yang sederhana dan biaya terjangkau.
Dari segi kesehatan, sumur gali ini menjadi kurang baik jika dalam cara pembutannya tidak benar-benar diperhatikan, karena sumur gali selain dipengaruhi oleh musim tetapi tempat pembuatannya juga sangat berpengaruh karena bisa saja pembuatannya dilakukan disekitar pembuangan sampah yang menjadikan air tidak sehat.

2.      Sumur Pompa Tangan Dalam
Sarana penyedia air bersih berupa sumur yang dibuat dengan memberi tanah dan menggali dengan kedalaman tertentu serta dilengkapi dengan pompa tangan.
Prinsip kerja dari Sumur Pompa Dalam adalah menghisap air dari atas permukaan tanah, dan mengangkat air yang ada di dalam silinder, dengan adanya silinder yang berada didalam tanah ini maka diperlukan rod pompa dengan panjang sesuai kedalaman air tersebut, sehingga SPT dapat dipasang pada daerah yang kedalaman airnya > 15 meter.

3.      Perlindungan Mata Air
Mata air adalah bangunan penangkap air yang bersumber dari mata ait dengan air tanah yang memiliki debit air 0,3 liter/detik yang cukup baik dalam jumlah serta kualitasnya. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam membuat perlindungan mata air, yaitu:
a.       Meningkatkan jumlas serta mutu air yang sudah ada setelah diadakan perlindungan.
b.      Mencegah adanya pengotoran/limbah yang mungkin bisa timbul dari luar.
Syarat untuk membangun perlingungan mata air:
a.       Terbuat dari bahan yang rapat air dan tertutup dibagian atas,
b.      Tutup pada bagian atas dijaga dengan baik agar tidak dapat menjadikan jalan masuknya zat-zat pencemaran,
c.       Menyediakan pipa penguras agar menghasilkan pembersihan yang baik pada saat pengosongan air,
d.      Tersedia pipa peluap,
e.       Sambungan untuk pipa distribusi dan peralatan bantu hanya untuk sarana penyediaan air,
f.       Diperlukan pemasangan pagar serta saluran pengering air yang datang dari samping bak penampung air.

4.      Penampungan Air Hujan
Adalah pemakaian sumber air jika tidak terdapat sumber asal air lainnya atau untuk mendapatkannya memerlukan biaya yang cukup besar. Penampungan air hujan biasanya dibuat sesuai dengan kebutuhan air untuk rumah tangga/masyarakat selama musim kemarau sedang berlangsung. Banyaknya air yang dipersiapkan bila menggunakan PAH diperlukan ± 5-10 liter/orang/hari.
Supaya pembangunan bak penampungan air hujan dapat menghasilkan air yang baik maka harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
a.       Tanah penampungan dibuat mendatar,
b.      Letak bak tidak lebih dari 3 meter jaraknya dari area penangkapannya,
c.       Sebaiknya menggunakan atap dari genting asbes ferocement atau seng,
d.      Usahakan reservoir dibangun ditempat yang tak langsung terkena sinar matahari.

5.      Sumur Artesis
Adalah cara untuk mendapatkan air tanah yang berasal dari tekanan yang melebihi tekanan udara luar maka akan mengakibatkan memancarnya air tersebut dan apabila tekanan tekanan dari dalam sudah mampu melawan tekanan udara maka air yang ada didalam tersebut tidak bisa mencapai ke permukaan tanah. Pembangunan sumur artesis harus memenuhi syarat sesuai data direktorat geologi, yaitu:
a.       Kualitas air memenuhi syarat kesehatan,
b.      Air mengalir sendiri, apabila tidak mengalir sendiri diharuskan memakai pompa,
c.       Kapasitas sumur minimal 5 liter/detik dengan pengujian pemompaan,
d.      Saluran pembangunan konstruksi sumur harus menggunakan standard design kontruksi.

6.      Infiltration Galleries
Pengambilan air tanah dengan daerah yang bedekatan dengan aliran air sungai. Infiltration Galleries dapat diterapkan dalam keadaan berikut:
a.       Dimana lapisan pemberi air tipis. Agar mendapatkan air lebih banyak dari pada sumur biasa.
b.      Jika lapisan air mengandung air yang jelek dan baik, maka dengan infiltration galleries jika dipasang pada lapisan yang baik maka air yang jelek tidak akan masuk.
Untuk mendapatkan air yang tersaring secara alamiah dari alliran sungai atau telaga. Dibuat yang memiliki tanah berpasir/berkerikil agar airnya cukup tersaring dengan baik, dan sebaiknya dibuat pada jarak 15 meter atau lebih, dari tepi sungai atau telaga.